Minggu, 12 Juni 2016

Tentang obgyn

Kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana cara memilih dokter spesialis kandungan yang cocok (based on my experience).

1. Locations
Well moms.. Sejak kita tahu bahwa kita positive hamil (++) you all will so excited.. Pasti anda akan penuh antusias untuk datang ke dokter spesialis kandungan. Ada perasaan bahwa anda HARUS datang ke dokter terbaik di kota anda atau yang TERLARIS yang banyak artis datang kesana, and blah blah blah.. But first, check your location. Apakah tempat praktek dokter tersebut berada dekat dengan tempat anda tinggal, atau dekat dengan lokasi kantor anda. Pilihlah lokasi praktek dokter yang memudahkan anda untuk menjangkaunya. sehingga memungkinkan anda dapat memeriksakan kondisi kehamilan anda kapanpun.

2. Reviews
Lalu anda baca terus review mengenai dokter tersebut, tentang pengetahuan akademisnya, pengalamannya, jadwal praktek nya, dan testimoni pasien lain di internet (media termudah) karena era digital ini akan mempermudah anda memperoleh informasi. Dan notes nya jika anda mendapat review positive maupun negative coba benamkan dulu sampai anda sendiri mencoba menemui dokter tersebut. Saran saya carilah beberapa referensi dokter kandungan.

3. Treats
Setelah anda menentukan dokter mana saja yang sesuai dengan referensi anda, maka cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter tersebut. Idealnya dokter yang menurut saya baik adalah punya kategori sbb.:
 Terbuka
Seorang dokter yang terbuka memang ada plus minus nya. Sebuah keharusan bagi pasien untuk tau kondisinya namun kadang apabila sebuah berita kurang menggembirakan kadang keterbukaan itu membuat si pasien menjadi stress, kepikiran, sedih, galau. Hal seperti ini justru harus dihindari oleh para ibu hamil. Pilihlah dokter yang tau cara bagaimana menyampaikan keterbukaan itu dengan cara yang baik dan punya solusi. Serta mau mendengarkan pendapat pasien dan bisa diajak berdiskusi.

 Detail
Anda perlu untuk mengetahui secara detail kondisi anda dan tentunya si janin dalam kandungan. Perhatikan dokter pada saat melakukan pemeriksaan, USG, dan pilihlah dokter yang mau menjelaskan mengenai apapun (karena jujur saya dan suami tidak berlatar belakang pendidikan kesehatan jadi perlu sekali untuk dijelaskan).

 Ilmiah
Pada saat pemeriksaan, anda perlu bertemu dengan dokter yang logis dan ilmiah. Perlu memang kita mengkuti pesan leluhur, atau adat kebiasaan namun bagaimana itu dikorelasikan dengan keilmuan medis, maka tanyalah dokter anda.

4. Contactable
Kalau anda sulit untuk menemukan dokter yang bisa dikontak by chat, minimal dia bisa dikontak pada saat darurat itu saja sudah cukup. Karena pertanyaan bumil itu tidak ada habisnya, konsultasi sepertinya perlu dilakukan 24/7 (kalo bisa). Beruntung anda menemukan dokter yang bisa anda konsultasi via chat, jika tidak, manfaatkan waktu anda untuk berkonsultansi pada saat jadwal kontrol rutin.

5. Count your budget
Oke ini bukan point terakhir yang harus anda perhatikan, namun penting sekali untuk menghitung ketersediaan dana yang anda miliki. Beruntung apabila biaya itu ditanggung asuransi atau perusahaan anda. Perlu ada perkiraan biaya yang harus dicadangkan sampai dengan waktu bersalin nantinya. Karena sekedar info untuk proses persalinan anda akan perlu banyak biaya, maka pilihlah rate harga jasa dokter dan rumah sakit tempat anda bersalin yang sesuai dengan kemampuan anda. Saya paham anda inginkan yang terbaik untuk putra-putri anda, namun sesuai kemampuan anda, itu lebih baik.

Okay sekian simple tips dari saya, mungkin banyak diluar sana yang tips nya lebih canggih dari yang saya sampaikan, namun semoga pengalaman saya ini bisa membantu anda dalam menjalani masa kehamilan hingga bersalin nantinya. Be strong moms!!


Minggu, 28 Februari 2016

Baby sitter vs daycare????

Sebagai working mom, jujur saya stress menghadapi waktu kerja pasca istirahat melahirkan usai.. karena saya harus menitipkan kepada siapa anak ini.. kondisi dimana untuk saat ini berhenti bekerja belum menjadi sebuah pilihan untuk saya..

Pertama saya mempercayakan menitipkan anak saya ke tangan seorang ART.. alhamdulillah semua berjalan dengan baik.. ART saya pekerjaannya rapi dan sayang dengan Al.. namun hanya bertahan 2 bulan karena si ART diminta untuk kembali ke kampung oleh suaminya.. sambil berlalu kami memikirkan untuk memasukkan al ke daycare.. di awal sebelum memasukkan al ke daycare saya dan suami galau karena perasaan tidak tega untuk menitipkan anak sekecil Al ke daycare.. namun setelah melihat kondisi daycare dimana banyak anak2 yang usianya jauh lebih kecil dari Al yang juga ada disana, kami memantapkan hati..

Setiap pagi Al pergi bersama kami.. sebelum kekantor mampir menitipkan Al ke daycare dan pulang sore kami jemput.. di minggu pertama Al terkena panas tinggi batuk pilek.. sehingga al istirahat di rumah selama satu minggu.. seminggu berselang dia panas lagi pada saat di daycare yg mengakibatkan saya harus jemput cepat.. pada saat di rumah dia sangat manja dengan saya.. terlebih lagi karena saya menemani dia setiap saat.. anak ini ingin sekali selalu dekat dengan ibunya.. mungkin itu yg ingin dia sampaikan.. mungkin dia sedang berusaha menyesuaikan diri dengan aktivitas itu.. tapi fisik mungil nya kurang mendukung.. apalagi di pagi hari tadi Al cranky sekali pada saat di mobil dan pada saat akan handover ke caregivernya.. sampai dia histeris dan menarik2 baju saya..

Alhasil sekarang saya bingung memikirkan keputusan apa yang harus saya ambil.. meneruskan di daycare dengan kondisi psikologis Al cranky seperti tadi.. atau kembali mengambil ART yg standby ada di rumah namun minim pengawasan.. pilihan yang sulit.. sangat sulit.. seandainya ada pilihan lain..

Usia Al sekarang 8 bulan.. dia sudah kenal banyak jenis makanan.. selera makan nya bagus sehingga saya hanya perlu menyeimbangkan asupan gizinya.. gigi al belum ada yg nampak meski hasrat menggigitnya sudah luar biasa.. kemampuan fisiknya juga aktif sekali.. meski berangkang (merangkak) nya belum lancar tapi dia sudah ingin berdiri dan berjalan..  ingin rasanya setiap saat melihat tumbuh kembang Al..

harapan saya adalah cukup kami yg berkorban dan mengalah.. biar Al tetap bahagia tanpa beban.. biar al tumbuh seperti yang seharusnya..

Minggu, 16 Agustus 2015

Saya bukan pejuang ASI

Anak saya Rafardhan Al Karim, lahir spontan tanpa induksi atau alat bantu persalinan lainnya pada 26 Juni 2015 jam 04:35 dengan BB 2,7kilo dan PB: 47cm.. Kondisi seluruhnya normal tidak ada gejala kelainan sehingga kami bisa check out dr ruang rawat inap di keesokan harinya.

Dokter spesialis anak saya menjadwalkan kontrol pertama anak pada usia Al memasuki  6hari. Ada pemeriksaan laboratorium untuk billirubin dan hasilnya Al dinyatakan kuning karena billirubin nya mencapai 15,73 dan dokter menyarankan untuk di blue light. Kami orangtuanya mengikuti saran sang dokter dan pada malam itu juga Al langsung masuk ruang perinatologi untuk mendapatkan perawatan intensif. Mengingat di RUmah Sakit tempat Al dirawat tidak disediakan kamar yg dapat disewa untuk penunggu pasien, maka saya harus menunggu di ruang tunggu karena Al perlu ASI saya.. Meskipun pemberian ASI dilakukan dengan metode pumping, saya yang pada saat itu masih minim produksi ASI terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan Al sebanyak 500ml per hari.. Sementara di awal saya pumping hanya berhasi memompa 30ml.. Dapat dibayangkan harus berapa kali saya pumping dan makan+minum dengan kuantitas dan kualitas yg ditingkatkan dari biasanya.. Saat itu kondisi saya yang belum terlalu fit pasca melahirkan berhasil memenuhi kebutuhan ASI untuk Al dengan memompa asi setiap 2 jam. Hingga kaki saya bengkak karena menahan tidur dan memompa ASI dengan posisi duduk selama 2 malam. Saya minum air putih 4,5 liter per hari dan makan makanan bergizi.. Demi memenuhi kebutuhan Al.. Kemudian setelah di blue light selama hampir 30jam, akhirnya Al boleh pulang karena bilirubin nya sudah turun menjadi 9,17. 

Setelah itu perawatan di rumah kami lakukan seperti menjemur dan asupan ASI eksklusif.. Dan saat itu ASI saya sedang produktif2nya.. Saya berhasil memompa 130-150ml utk 1x pompa.. Dan percaya diri bahwa dapat memenuhi kebutuhan Al.. 

Namun ujian datang kembali.. Al yang biasanya bab 6-7x dalam sehari tiba2 tidak bab sama sekali selama 2hari.. Saya panik lalu saya tanya dokter menyarankan utk di observasi sampe hari ke 3 Al bisa bab namun sangat sedikit sekali. Setelah itu Al kembali tidak bab selama 3 hari dan kami memutuskan untuk membawa Al kontrol ke dokter.. Saat itu malam takbiran, untungnya DSA yg menangani Al masih praktek dan pada saat diukur bb nya jadi 2,5kilo malah turun 200 gr dr bbnya pd saat lahir. 

Seperti pada foto di atas.. Begitu memprihatinkan melihat Al begitu kurus.. Pipi tirus dan lehernya terlihat kecil sekali.. Bahkan saat saya mengetik inipun saya menitikkan air mata karena hati saya seperti disayat2 kalau ingat saat itu..

Kemudian dokter meminta pengambilan foto radiologi di perut dan memeriksa fisiologis Al yang pada saat itu dinyatakan tongue tie. Sedikit info saja tongue tie adalah sejenis kelainan pada fisiologis lidah dimana lidah tidak dapat menjulur seperti manusia pada umumnya. Sebabnya karena selaput di bawah lidah yang terlampau panjang. Hal ini bisa berdampak pada kemahiran dalam berbicara untuk jangka panjang.. Dan kesulitan menyusu seperti yg dialami Al. Dokter merujuk kami utk menemui dokter spesialis bedah mulut utk dilakukan tindakan terhadap tongue tie yg dialami oleh Al. Berhubung suasana lebaran para dokter belum banyak yg praktek sehingga ditunda sekitar 4 hari. Sementara itu dokter menyarankan agar asupan ASI Al tetap terpenuhi ASI saya dipompa dan dapat menggunakan cupfeeder atau sendok. Tidak dengan dot.  Namun karena kami kesulitan menggunakan cupfeeder atau sendok akhirnya kami menggunakan dot demi meningkatkan bb Al yg sempat turun. 

Lalu masalah kembali muncul. Ditengah2 tuntutan kebutuhan asi Al yg tinggi, saya diserang meriang hebat sampai menggigil karena payudara kanan saya meradang dan sakit sekali. Produksi ASI saya turun drastis menjadi 30-40ml setiap kali pompa. Ditambah dengan payudara saya yang semakin sakit dan mengeras di salahsatu sisi. Oleh karena itu saya mencari klinik laktasi untuk konsultasi dan meminta bantuan untuk masalah di payudara saya. Lalu saya datang ke klinik laktasi di RSIA Hermina dan saya di massage di payudara. Kalau ingin tahu rasa sakit nya gimana mungkin bayangkanlah kaki dilindas truk. Yah seperti itulah kira2. Peradangan dan bengkak di payudara saya tidak berkurang sama sekali. Saya diberi obat untuk pereda nyeri dan antibiotik untuk mencegah infeksi dan mastitis. Terapis disana menyarankan saya untuk melanjutkan massage di rumah hingga bengkak nya berkurang dan tidak keras lagi sambil dipompa agar asi tetap dapat keluar. Perawatan dirumah tidak berjalan baik karena sama sekali tidak ada perubahan. Rasa nyeri dan meriang hilang saat saya minum obat. Namun selain itu rasa nyeri nya tetap ada. 

Persoalan tongue tie Al belum selesai. Di RSIA hermina ada dokter spesialis bedah anak yg dapat melakukan tindakan untuk Al. Beliau bernama Dr. Catur. Langsung kami buat appointment untuk ketemu beliau. Pada saat praktek, Dr. catur akan melakukan insisi di bawah lidah Al namun harus dilakukan dengan mekanisme anastesi total. Saya dan suami awalnya ragu karena untuk Al, bayi berusia 28 hari harus dibius total kok rasanya takut dan ngeri. Namun kami tetap mengikuti saran dokter akan kami jalani. Malam itu Al harus diambil darah karena sampel nya diuji di lab untuk mengetahui kondisi Al pra operasi. Saat itu laboran kesulitan mencari vena pada tangan Al yang mengakibatkan tangan Al bengkak sementara pengambilan sampel darah tidak berhasil. Suami saya kontan membatalkan proses itu sekaligus rencana operasi untuk Al. Kami pulang dan berupaya untuk mencari opsi lain. 

Teringat yang disampaikan pada sesi konsultasi dengan Dr. catur beliau sempat menyebutkan salahsatu dokter spesialis anak bersertifikasi laktasi di RSIA Kemang medical care bernama Dr. asti proborini. Lalu suami saya mencari tau lewat google dan kami sepakat untuk ketemu beliau. Mengingat padatnya jadwal praktek beliau maka kami baru dapat antrian di 3hari setelahnya. Lagi2 Allah memberi jalan pada hari itu jumat pagi suami saya mencoba menghubungi KMC dan pas ada cancel dari pasien lain sehingga Al bisa diperiksa meskipun itu nomor antrian terakhir. 

Langsung saya dan Al meluncur dari rumah menuju KMC dan pertemuan pertama dengan Dr. Asti menurut saya berkesan karena beliau mengatas ijinkan Allah SWT akan bantu saya supaya bisa menyusui Al hingga optimal sekurang2nya selama dua tahun. Hari itu Al langsung di insisi untuk tongue tie dan lip tie nya. Proses insisi hanya perlu waktu 2 menit. Setelah itu Al menyusu dan ajaib dia langsung sembuh tanpa ada luka sama sekali. Namun untuk mengejar berat badan Al yg pada saat itu baru naik 120gr, Al disarankan melakukan suplementasi dengan susu formula melalui selang yang disambungkan ke puting saya. Karena ternyata Al mulai terkena bingung puting karena selama 6 hari kemarin saya memberikan ASI dengan menggunakan dot. Untuk mengatasinya maka pemberian suplementasi menggunakan selang. 

Sementara saya bahagia karena Al sudah ditolong namun masalah payudara saya ternyata berdampak serius. Dr. Asti mendiagnosa saya terkena mastitis dan harus dirawat untuk mendapatkan injeksi antibiotik supaya bisa mereda. Saat itu juga langsung saya putuskan saya mau dirawat dengan semangat bahwa saya ingin menyusui Al seoptimal mungkin. 

Saya masuk rawat inap pada hari jumat. Setelah 2 hari Dr. Asti melihat tidak ada perubahan pada peradangan payudara saya. Namun rasa sakit nya sudah berkurang. Beliau takut payudara saya abses bernanah sehingga beliau meminta dokter bedah untuk memeriksa saya. Karena jika sudah abses bernanah maka harus dikeluarkan nanah nya dengan cara insisi. Kemudian datanglah dokter bedah dr. Myra namanya yg memeriksa payudara saya. Beliau mengambil sampel dengan menusuklan jarum suntik di payudara saya dan ternyata benar memang sudah bernanah. Mau tau rasa nya ketika jarum suntik itu ditusukkan?? Mungkin dokternya bilang seperti digigit semut. Iya benar semut rang rang 100 ekor saya rasa. Lagi2 Allah maha baik karena pada saat itu pun asi saya masih keluar sehingga dr. Myra masih optimis bahwa penyembuhan pasca operasi saya akan berjalan dengan baik. Akhirnya saya dan suami menyetujui tindakan operasi insisi payudara saya pada hari senin jam 6.00 pagi. Saya takut sekali karena itu kali kedua saya masuk ruang operasi seumur hidup saya. Terkahir pada saat usia saya 9tahun. Namun saya coba menyembunyikan rasa takut itu. Menyingkirkan stress agar ASI saya tetap keluar. Dan tetap berpikiran positif bahwa saya akan sehat krmbali dan ASI saya akan lebih produktif. 

Operasi berlangsung 30 menit. Jadi dilakukan sayatan atau lebih tepatnya lubang di pangkal payudara saya sebesar 1,5cm untuk mengeluarkan nanah yg sudah terlokalisir di payudara saya. Lubang tersebut diisi tampon untuk menampung nanah, darah dan asi yg mungkin masih merembes di payudara. Setelah itu dokter akan mengganti tampon nya hingga nanah nya bersih. Saya masih opname sampai 3 hari pasca operasi. Injeksi obat dan antibiotik tetap dilakukan. Semua obat dimasukkan melalui selang infus hingga tangan saya membengkak. Kemudian saat2 menakutkan adalah pada saat ganti tampon karena menurut sebagian besar orang itu sangat menyakitkan. Namun saya tahan terus sakitnya demi kesembuhan saya dan utamanya demi Al. Dan syukur Alhamdulillah di hari ke 3 nanah dan darahnya sudah bersih sehingga saya diperbolehkan pulang. 

Perjuangan terus berlanjut. Upaya mati2an untuk mengejar kekurangan bb nya Al dengan segala cara hingga Alhamdulillah Al bisa naik bb nya 180gr di 2 hari pasca pulang opname. 

Sementara saya masih dipasangi tampon, saya terus minta Al supaya menyusu di payudara bekas insisi. Alhamdulillah Al tidak menolak namun memang tidak berlangsung lama mungkin karena masih dipasangi perban sehingga Al kurang suka dengan bau obat nya. 

Syukur Alhamdulillah bb Al naik terus namun produksi ASI saya perlu ditingkatkan dan Dr. Asti menyarankan saya untuk akupunktur. Apapun saya coba untuk Al. Sekedar info saja bahwa terapi akupunktur ASI bisa dilakukan oleh semua ibu menyusui yg mengalami penurunan produksi ASI.. Krn dilakukan di 28titik 14 diantara nya adalah titik stamina yg membuat tubuh nyaman dan rileks.. Setiap terapi akupunktur di KMC berbiaya 250ribu.. Durasinya 30menit.. 

Setelah terapi akupunktur memang saya merasa lebih nyaman, dan ASI saya menjadi lebih agresif.. Di payudara saya yg bekas mastitis sampai netes2.. Artinya kelenjar2 susu telah aktif kembali.. Alhamdulillah..



Saat ini usia Al 45 hari.. Pintar merespon.. Pipinya kembali berisi dan sekarang dia punya double chin.. Sedang rajin2nya menyusu dan tidak terlalu rewel seperti dulu.. Tidurnya nyenyak.. Beratnya naik 700gr dr beratnya waktu lahir.. Slow weight gain memang tapi peningkatan bbnya positif dan pesat. Memang belum menyentuh angka average weight pada anak seusianya namun tidak menjadi masalah karena setiap hari bb nya naik terus dan produksi ASI saya semakin bertambah bahkan sudah mulai saya stok di kulkas persiapan untuk menghadapi masuk kerja nanti.. mudah2an seterusnya tumbuh kembang Al selalu lebih baik dan atas ijin Allah saya bisa menyusui Al seoptimal mungkin sebagaimana pada Al Qur'an yaitu sekurang-kurangnya 2 tahun. 

Saya bukan pejuang ASI.. Saya hanya seorang Ibu yang berusaha menjalankan ibadah sebagai umat Allah untuk melahirkan dan membesarkan anak keturunan yang shaleh dan shaleha. 

Minggu, 28 September 2014

About women

28 september 2014
21:22

"Bisa gak sih kamu dengerin aku?"
"Aku tuh lagi PMS, jangan macem2!!"
"Kenapa kamu tuh gak pernah ngerti sih?? Semua harus aku jelasin!!"

And bla bla bla bla...

That's woman.. The most unique creature..

Mungkin anda pernah melihat reaksi seorang wanita seperti itu.. Atau mungkin bahkan anda sendiri pernah melakukannya.. Itu sangat normal.. Seorang wanita sejatinya diciptakan memiliki perasaan super sensitif tak lain tujuannya adalah agar wanita menjadi makhluk penyayang, lembut dan pengertian.. 

Beberapa kali saya berdiskusi dengan temen2 wanita saya tentang apa sih sebenarnya yg mereka rasakan, mereka lakukan, atau hal2 yang paling mereka inginkan di dunia.. Karena bagi beberapa pria, sangat sulit untuk memperlakukan wanita dengan tepat.. Mungkin disini saya akan sedikit berbagi kepada anda mungkin para pria di luar sana yang sedang berusaha mengenali seorang wanita..

1. Wanita ingin jadi pusat perhatian
Jadi pusat perhatian tentu diinginkan semua orang.. Bukan berarti melakukan hal yang heboh atau menggemparkan sehingga masuk infotainment.. Tapi lebih sederhana dari itu adalah untuk pasangannya.. Seberapa seorang wanita itu menjadi perhatian bagi pasangannya, seberapa penting dia sehingga menjadi prioritas dalam hidup pasangannya.. 

2. The best actress
Wanita dikenal pandai menyembunyikan perasaannya, bahkan kadang juga menyangkal tentang apa yang dia inginkan atau lebih parah berpura2..
Suami: "sayang, mlm ini aku pulang terlambat karena ada janji reuni dengan teman2 kuliahku dulu.."
Istri: "ohh.. Oke.. Have fun.."
Dalam conversation di atas artinya adalah sebenarnya si istri sangat tidak suka, namun untuk menjaga agar si suami tetap bisa bergaul dengan teman2 dan lingkungannya, dia mengijinkan.. Namun agar si suami tetap dibukakan pintu kamar sebaiknya saat pulang bawakan dia sekotak coklat atau barang lain yg dia suka.. (Mudah2an berhasil sih yaa..)

3. Stalker yang handal
Wanita kebanyakan punya insting detektif yang tinggi.. Karena perasaannya yg peka itu maka dia dengan mudah akan mencium aroma kebohongan.. Dan tak jarang para pria terjebak dengan "pancingan" nya yang membuat semuanya tebongkar.. Kalo soal yg ini sarannya ya terbuka saja, karena pada prinsipnya jujur itu hal yang baik, hanya tinggal cara kita menyampaikannya.. Bangun dan biasakan komunikasi aktif dan terbuka.. 

4. Mood swing
Beberapa wanita cenderung mendewakan yang namanya "mood". Dan tak jarang badmood itu datang dari lingkungannya sendiri.. sehingga kadang pasangannya lah yang jadi tempat untuk melampiaskan itu.. Jadi ya untuk orang2 terdekatnya harus lebih sabar menghadapi katena moment badmood itu tidak akan berlangsung lama..

5.  Mudah terpengaruh
Pengaruh untuk melakukan apa yang dia sangat sukai, pengaruh menuju hal buruk, apapun..pengaruh itu biasanya datang dari ligkungan terdekat seperti "the girls" atau rekan sekerjanya.. Aman nya seorang pasangan mengenal orang2 terdekat dari wanitanya..

Ya mungkin itu yang baru bisa saya share.. Mungkin di postingan saya selanjutnya akan lebih dalam lagi membahas itu.. Semoga bermanfaat..

"Wanita.. Dengan sekelumit kisahnya..
Dia ingin jadi yang pertama namun dia tau itu tidak akan pernah terjadi..
Dia ingin dihargai tapi bukan untuk dihormati atau ditakuti..
Dia bukan makhluk halus sehingga pria tidak harus jadi cenayang untuk mengerti maksudnya..
Dia posesif karena ada orang yang mengajarinya untuk itu..
Dia kritis karena punya rasa ingin tahu yang luar biasa..
Dia.. Wanita.. Hanya 2 hal yang dia minta.. Dimengerti dan diterima.. Itu saja.."

Rabu, 24 September 2014

the opening page

september 24th, 2014
22:52

well ini mungkin bukan blog pertama saya.. the first one was created about 7 years ago.. dan seiring dengan pekerjaan yang saya jalani, berbagai kesibukan di masa 5 tahun terakhir menyebabkan saya jadi kurang produktif untuk menulis sehingga blog itu ga bisa login lagi.. dan saya rasa sekarang saatnya saya mulai untuk menulis lagi.. berbagi kisah.. motivasi.. dan bahkan gak jarang orang menjadikan blog saya sebagai media diskusi.. but I'm not an expert motivator or a famous consultant.. saya hanya membuka forum diskusi based on my own experience..

di postingan pertama saya ingin perkenalan dulu.. saya wanita berusia 26 tahun, belum namun akan menikah dalam waktu kurang dari 3 minggu lagi.. saya seorang officer di salahsatu bank bumn dan saat ini ditempatkan di head office.. 

kehidupan keluarga saya cukup kompleks.. saya anak pertama dari 2 bersaudara.. adik saya perempuan dan saat ini sedang kuliah di salahsatu universitas negeri di bandung.. saya memiliki 2 saudari tiri.. karena ibu kandung saya (almarhumah) meninggal saat saya berusia 13 tahun.. sehingga bapa saya menikah kembali di tahun 2005 dengan seorang ibu yang telah memiliki 2 putri juga.. namun kondisinya kami tidak tinggal bersama.. sehingga "aura" persaudara-tiri-an itu tidak pernah secara nyata saya rasakan.. namun dengan seperti itu justru saya merasa memiliki keluarga yang utuh bak struktur yang normal seorang ayah-seorang ibu-dan anak.. namun sebisa mungkin saya tetap menjalin hubungan baik dengan kedua saudari tiri saya yang notabene nya berusia sebaya dan lebih tua daripada saya.. konflik banyak terjadi itu pasti.. dan pengalaman itu akan saya bagi dengan para readers maksudnya hanya ingin berbagi kisah dan mungkin bs menjadi inspirasi untuk para readers..

saat ini saya akan menikah dengan pasangan saya, seorang auditor di salahsatu bank bumn juga.. dengan latar belakang keluarga dan budaya yang berbeda memang perlu effort besar untuk menjadikannya sinergi.. saya berdarah sunda, dan dia berdarah jawa tulen..

disini juga saya akan berbagi cerita bagaimmana proses pendewasaan diri menjelang pernikahan, bagaimana bersikap positif kepada pasangan, serta hiruk pikuk sekelumit kisah lainnya tentang laki-laki dan perempuan..

okay guys.. mungkin ini opening page dr saya.. apa yang ingin saya sampaikan yg menurut saya dapat menginspirasi readers..

good night universe..